Hadiri Ritual “Mosehe Wonua” di Routa, Ini Pesan Wabub Konawe

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Feb 2026 02:18 0 44 Admin

Pojokindonesia.id | Konawe – Upacara adat Mosehe Wonua yang berlangsung di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tidak hanya dimaknai sebagai ritual pembersihan diri dan wilayah.

Lebih jauh, prosesi adat sakral masyarakat Tolaki ini menjadi momentum kebersamaan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kohesi sosial, serta menyatukan tekad seluruh komponen masyarakat dalam menata masa depan Routa yang lebih maju.

Kegiatan adat tersebut digelar di lapangan Desa Lalomerui pada Sabtu (7/2/2026) dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat pembuka, pembacaan doa, hingga penyematan pin adat Kalosara oleh Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Konawe kepada Kepala Desa Lalomerui. Prosesi sakral itu disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Konawe bersama tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan adat sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual Mosehe Wonua.

Kehadiran Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, unsur DPRD, tokoh adat, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, keluarga besar Tamalaki, hingga perwakilan perusahaan, menjadi simbol kuat bahwa pembangunan Routa harus dilandasi semangat persatuan dan kolaborasi, bukan perpecahan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Konawe menegaskan bahwa Kecamatan Routa merupakan bagian integral dari Kabupaten Konawe. Ia menuturkan, sejarah panjang pembentukan wilayah di Konawe membuktikan bahwa daerah ini dibangun melalui kebersamaan, pertimbangan yang matang, serta pengorbanan banyak pihak.

Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Konawe yang tidak sempat hadir karena menjalankan tugas negara, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, pembangunan di Routa tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, lintas suku, kepentingan, maupun latar belakang.

Wakil Bupati menyampaikan bahwa manfaat kehadiran investasi di Kecamatan Routa mulai dirasakan oleh masyarakat. Ia menegaskan, negara membuka ruang investasi dengan syarat patuh terhadap aturan serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Alhamdulillah, hari ini investasi sudah hadir. Salah satu dampak yang langsung dirasakan adalah pembangunan infrastruktur jalan. Jika hanya mengandalkan APBD, baik provinsi maupun kabupaten, tentu sangat berat, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan mekanisme pembagian keuntungan perusahaan yang diatur oleh negara, di mana pendapatan tidak seluruhnya langsung masuk ke daerah. “Ada sistem setoran ke pusat, lalu dibagi kembali ke daerah. Kalau semua hasil langsung dinikmati Konawe, tentu kesejahteraan sudah lama terwujud. Inilah sistem bernegara yang perlu kita pahami bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati yang akrab disapa Om Syam itu mengingatkan masyarakat agar menyikapi investasi secara bijak. Ia menilai kehadiran perusahaan, termasuk PT SCM, patut disyukuri karena telah membuka peluang kerja bagi warga setempat.

Ia juga menyinggung kewajiban perusahaan melalui program CSR dan kegiatan sosial seperti beasiswa, pembangunan rumah ibadah, hingga perbaikan infrastruktur. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perusahaan yang baru beroperasi tentu membutuhkan proses dan tahapan sebelum manfaatnya dirasakan secara maksimal.

“Investasi bukan untuk jangka pendek. Biasanya perusahaan berpikir puluhan tahun. Proses perizinan panjang dan ketat, termasuk kewajiban reklamasi serta pemulihan lingkungan. Semua sudah diatur oleh negara,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara bijak dan beradab. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh dilakukan dengan cara-cara anarkis.

“Di negara ini tidak ada yang paling kuat. Panglima tertinggi adalah hukum. Semua aspirasi ada jalurnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan hadirnya investasi, peluang kerja bagi masyarakat lokal kini terbuka lebar. Bahkan, menurutnya, kebutuhan tenaga kerja lokal masih belum sepenuhnya terpenuhi.

“Dulu masyarakat hanya mengandalkan pertanian. Sekarang lapangan kerja semakin terbuka. Ini fakta yang harus kita lihat secara objektif,” ujarnya.

Selain membuka lapangan kerja, Wakil Bupati juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur jalan yang telah dinikmati masyarakat. Jalan tersebut dinilai tidak hanya menunjang aktivitas perusahaan, tetapi juga memperlancar mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Konawe mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung investasi di Routa. Ia menekankan bahwa tidak ada lagi sekat antara pendatang dan pribumi, karena semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi. Menurutnya, tanpa disadari, Tuhan sedang membuka pintu rezeki melalui hadirnya lapangan pekerjaan di daerah tersebut.

“Mari kita jaga kesempatan ini bersama. Anak dan cucu kita masih akan hidup lama di tanah ini. Jika peluang ini tidak kita rawat, sama artinya kita membuang emas ke laut,” pungkas Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim. (Red/Admin)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA